Teknologi Informasi dan Komunikasi
Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Penyiaran
Dalam era digital ini perkembangan Teknologi
Informasi sangat menakjubkan terlebih di bidang e-learning. Sudah
menjadi kebutuhan untuk belajar secara mandiri dan secara cepat
pemutakhiran pengetahuan serta mengelola pengetahuan.
American Society for Training and Development (ASTD) menerangkan bahwa “e-learning
covers a wide set of applications and processes, such as Web-based
learning, computer-based learning, virtual classrooms, and digital
collaboration. It includes the delivery content via internet,
intranet/extranet (LAN/WAN), audio and videotape, satellite broadcast,
interactive TV, and CD-ROM”. Artinya bahwa e-learning meliputi
aplikasi standar yang luas dan proses, seperti pembelajaran berbasis
web, pembelajaran berbasis komputer, ruang kelas virtual, dan kolaborasi
digital. Hal ini termasuk pengiriman konten melalui internet, intranet
/ extranet (LAN / WAN), audio dan video, siaran satelit, TV
interaktif, dan CD-ROM.
Konsep pembelajaran pada dasarnya mengacu pada kemampuan untuk memahami
, melakukan, berinteraktif dan melakukan refleksi terhadap materi
pembelajaran. Untuk itu Teknologi Informasi sangat berperan dalam
pengembangan tersebut. Begitu luasnya ruang lingkup e-learning hingga
banyak e-learning tool tersedia dan definisi yang sesuai dengan
kebutuhan setiap organisasi dan pemerintah sangat terkait dengan visi
dan misi organisasi tersebut.
Pengembangan sistem e-learning di DIY, saat ini masih menempatkan guru
sebagai aktor penting dalam pendidikan dan pengajaran terutama untuk
tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menegah Pertama, dimana pengembangan
kepribadian dan sikap masih perlu diwujudkan. Oleh karena itu sistem
“blended learning” akan diterapkan. Akan tetapi pada sistem “blended
learning” guru tidak dapat digantikan dengan teknologi komputer, karena
Guru merupakan fasilitator yang masih memegang peran penting. Untuk
mendukung penyajian materi ajar agar lebih mudah dipahami oleh siswa
digunakan TIK. Dengan menyediakan materi ajar secara offline maupun
online agar dapat didistribusikan dalam lingkup yang lebih luas.
Sehingga mendukung proses pembelajaran seumur hidup (lifelong learning)
karena materi ajar dapat tersedia tanpa terkendala ruang dan waktu
sekaligus keuntungan dari sistem berbasis kelas dapat digabungkan.
Blended Learning mengacu pada pencampuran lingkungan
belajar yang berbeda. Ungkapan tersebut memiliki makna spesifik yang
didasarkan pada konteks yang digunakan. Blended belajar peserta didik
dan guru memberikan lingkungan yang berpotensi untuk belajar dan
mengajar lebih efektif. Guru sebagai “author” dari materi ajar berbasis
TI dan sekaligus fasilitator untuk menyampaikan materi ajar dengan
pemanfaatan TIK kepada para siswa di kelas maupun di luar kelas.
Disamping itu guru juga dapat melakukan evaluasi terhadap proses belajar
mengajar tersebut, misalnya dalam bentuk test untuk mengetahui tingkat
pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Atau dengan kata
lain Sistem “blended learning” tersebut akan menempatkan posisi Guru
sebagai kunci pendting dalam proses pembelajaran, baik secara offline
(sistem kelas) maupun sistem online (e-learning).
Dalam mendukung pengembangan sistem “blended learning”, maka konten
digital harus dengan mudah dapat dikembangkan dan disebarluaskan pada
stakeholder yang membutuhkan baik didalam maupun diluar kelas. Untuk
itu, sistem “blended learning” yang dikembangkan harus memiliki
kemampuan penyediaan sarana agar :
1. Guru dapat membuat dan menyajikan materi ajar dengan tanpa
harus melakukan programming. Materi bisa berupa teks, grafik, animasi,
video, suara.
2. Guru dapat melakukan pengujian terhadap materi ajar yang
diberikan, dalam berbagai macam bentuk test seperti benar/salah, pilihan
ganda, mencocokan (mathcing), tarik dan tempatkan (drag and drop), hot
spot, isian singkat (fill in the blank).
3. Guru dapat mengelola penggunaan dan publikasi materi ajar/uji.
4. Guru/siswa dapat mengakses materi ajar/uji yang dibutuhkan.
Keuntungan pembelajaran dengan menggunakan konten digital antara lain :
1. Sistem pembelajaran lebih interaktif
2. Mampu menggunakan teks, suara, video, animasi dalam suatu kesatuan.
3. Mampu memvisualisasikan materi yang abstrak.
4. Media Penyimpanan yang relative mudah dan fleksibel.
5. Membawa objek yang sangat besar atau berbahaya dalam lingkungan kelas.
6. Menampilkan objek yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.
Software Authoring Tools banyak tersedia dipasaran. Semuanya menawarkan
keindahan dan kemudahan untuk mengembangkan konten digital untuk
mendukung e-learning. Sofware Authoring Tools yang juga dikenal sebagai
Authorware, sebuah program untuk membantu menulis hypertext atau
multimedia aplikasi. Authoring tools biasanya memungkinkan untuk
membuat aplikasi hanya dengan menghubungkan paragraf teks , ilustrasi,
atau lagu. Dengan mendefinisikan objek hubungan yang satu sama lain, dan
dengan urutan yang tepat, pengguna authoring tools dapat menghasilkan
aplikasi grafis yang menarik dan bermanfaat. Kebanyakan authoring
sistem juga bisa mendukung sebuah bahasa script untuk aplikasi yang
lebih canggih. Biasanya alat authoring memerlukan pengetahuan teknis
dan digunakan secara eksklusif untuk aplikasi yang menyajikan campuran
tekstual, grafis, dan audio data. Akan tetapi kebutuhan proyek ini
adalah authoring tool yang dapat digunakan oleh user secara mudah dan
cepat tanpa membutuhkan keahlian pemrograman, seni desain, dan grafis
yang tinggi dengan hasil konten digital yang tidak kalah professional
dengan konten yang dihasilkan dari authoring yang membutuhkan
pemrograman.
Authoring tool dalam dunia e-learning disebut juga e-learning authoring
tool atau e-learning authoring software. E-learning Authoring tool
memungkinkan Guru untuk mengembangkan konten digital dari berbagai
macam media untuk menghasilkan konten digital yang interaktif dan
professional. Guru juga dapat menggunakan kembali elemen-elemen digital
yang sudah digunakan dari suatu mata pelajaran untuk membuat mata
pelajaran lainnya. Hal ini sangat mendukung percepatan pengembangan
konten untuk dapat mengikuti dinamika perubahan sistem belajar mengajar.
Dengan authoring tool tersebut return on investment (pengembalian
investasi) komponen yang telah dibuat oleh programmer diluar atau dari
sumber-sumber desain grafis akan lebih cepat diperoleh. Authoring tool
lebih cocok digunakan sebagai “e-learning course creation tool” daripada
hanya disebutkan sebagai authoring tool karena makna yang sangat luas.
Authoring tool dibutuhkan untuk dapat mengembangkan konten digital yang
dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan dapat mengikuti dinamika
perubahan sistem pembelajaran (custom conten). Dengan menggunakan
authoring tool, konten digital dapat di delivery dalam berbagai macam
variasi bentuk publikasi seperti CD, LMS, HTML, Zip, PodCast sehingga
lebih meluas jangkauannya. Selain itu, Guru juga membutuhkan konten yang
dapat dikembangkan secara cepat dan tingkat interactivity yang tinggi
untuk memberikan simulasi sehingga mempercepat pemahaman siswa tehadap
topic yang diinginkan. Guru juga menginginkan pengembangan sistem
secara cepat untuk mengikuti dinamika perubahan sistem.
Authoring tool apabila dikelompokkan terdiri dari berbagai jenis yaitu
tool yang mendukung simulasi, full-service authoring tools, web-based
distance learning tools (virtual classrooms), atau powerpoint
convertion tools. Sudah banyak pengembang konten digital saat ini
menggunakan kombinasi berbagai macam tool seperti flash, software
graphic design dan software pemrograman HTML untuk membuat konten
multimedia. Yang interaktif.
Sebagai salah satu contoh authoring tool adalah Lectora Inspire (Full
Service Authoring Tools). Lectora Inspire merupakan software yang
memberikan fasilitas untuk mendukung kebutuhan Full Service Authoring
Tools (Layanan Authoring Tools Penuh). Lectora digunakan untuk
mengembangkan konten digital materi ajar dan materi uji berbentuk
multimedia dinamis, mudah (user friendly) dan berkualitas tanpa
membutuhkan keahlian desain seni dan grafis serta pemrograman yang
tinggi untuk mengikuti dinamika perubahan sistem belajar mengajar.
Lectora Inspire merupakan solusi yang paling cocok sebagai course
authoring tool yang dapat membantu guru menerjemahkan instructional
design menjadi bahan ajar dan materi uji yang bersifat interaktif tanpa
harus terlibat keahlian yang terlalu teknis. Lectora Inspire dapat
membantu pembuatan konten digital dalam bentuk video yang sangat dinamis
serta konten multimedia yang berbasis animasi flash dengan sangat
mudah tanpa diperlukan kehalian teknis yang tinggi. Karena Lectora
Inspire telah terintegrasi dengan berbagai tool yang dibutuhkan untuk
membuat konten multimedia yang bersifat interaktif dengan sangat mudah
dan cepat karena dibundling dengan Camtasia®, Snaglt®, Flypaper™.
Pada tahun 2007, 2008 Lectora Inspire telah mendapatkan penghargaan the
best authoring tool yang diberikan oleh Elearning Magazine.
Selanjutnya pada tahun 2010, Lectora terpilih sebagai nominasi the sixth
annual Best of Elearning! Awards.
0 komentar:
Posting Komentar